logo

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pengadilan Negeri Arga Makmur

Jl. Jenderal Sudirman No. 226 Arga Makmur, Kab. Bengkulu Utara, Prov. Bengkulu

ELMARI

eRaTeRang

JDIH Pengadilan Negeri Arga Makmur

KomDaNas

SiKep

SiMARI

SIPP Pengadilan

SiWas

Berita Mahkamah Agung

Berita Mahkamah Agung
  • Berita Terbaru Mahkamah Agung

    • Tutup Turnamen Tenis Beregu, Kma Sampaikan Lima Pesan Kepada Warga Peradilan

      semarang - Humas : Setelah Enam (6) Hari Berlangsung Turnamen Tenis Beregu Ke-19 Oleh Warga Peradilan Seluruh Indonesia, Yang Di Mulai Dari Partai Penyisihan Sampai Partai Final, Akhirnya Secara Resmi Di Tutup Oleh Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.h.,m.h Pada Sabtu, 26 November 2022 Di Lapangan Tenis Dr. M. Sajoto, Universitas Negeri Semarang.

      kma Menyampaikan, Ajang Kompetisi Seperti Ini Banyak Memberikan Manfaat, Selain Untuk Mengukur Kemampuan Bertanding Dari Para Pemain, Juga Menjadi Sarana Untuk Melatih Sportivitas Dan Kekompakan Di Antara Warga Peradilan.

      sportivitas Bukan Hanya Dibutuhkan Pada Saat Berolah Raga, Namun Juga Dibutuhkan Dalam Menjalankan Tugas-tugas Keseharian, Karena Dari Prilaku Yang Sportif Akan Melahirkan Pribadi Yang Jujur Dan Berintegritas, Tuturnya.

      mantan Ketua Pengadilan Negeri Padang Pariaman Ini Juga Berpesan Kepada Seluruh Warga Peradilan Agar Di Satuan Kerja Masing-masing;

      1. Jaga Integritas Karena Integritas Akanmenyelamatkan Kita Semua Dan Lembaga Kita Tercinta Dari Segala Gangguan Dan Rongrongan Terhadap Kemandirian Lembaga Peradilan;

      2. Jaga Kehormatan Korp, Karena Kehormatan Korp Merupakan Simbol Dari Marwah Lembaga Peradilan;

      3. Jaga Kekompakan, Karena Kekompakan Akan Membuat Kita Menjadi Kuat Dan Kokoh;

      4. Jaga Kepedulian, Karena Dengan Sikap Saling Peduli Dan Saling Mengingatkan Untuk Kebaikan Di Antara Sesama Warga Peradilan Akan Menghindari Perbuatan-perbuatan Yang Dapat Mencoreng Nama Baik Lembaga;

      5. Jaga Profesionalitas, Karena Dengan Profesionalitas Yang Tinggi, Penegakan Hukum Dapat Berjalan Dengan Baik.

      "lima Pesan Yang Saya Sebutkan Tadi, Tolong Diingat Dengan Baik, Disampaikan Kepada Rekan Sejawat Di Tempat Kerja Dan Dijalankan Oleh Kita Semua, Agar Kita Bisa Meraih Kembali Kepercayaan Publik", Ujar Syarifuddin.

      pria Kelahiran Batu Raja Ini Juga Menyampaikan Ucapan Selamat Kepada Para Pemain Yang Telah Berhasil Menjadi Juara Dalam Turnamen Kali Ini Dan Berharap Agar Kemenangan Yang Telah Diraih, Tidak Membuat Cepat Untuk Berpuas Diri, Karena Mempertahankan Gelar Juara, Akan Jauh Lebih Sulit Ketimbang Ketika Meraihnya. Oleh Karena Itu, Tetap Berlatih Dan Terus Mengasah Diri, Karena Di Turnamen Selanjutnya Kompetitornya Akan Lebih Berat Lagi, Ungkapnya Penuh Semangat.

      di Akhir Sambutannya, Kma Menutup Dengan Berpantun:

      Lelahnya Menunggu Sambil Berbaring

      Kini Saatnya Untuk Bergegas

      Setelah Seminggu Kita Bertanding

      Kini Saatnya Kembali Bertugas

      turnamen Tenis Beregu Yang Memperebutkan Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung Ini Diikuti 62 Kontingen Berasal Dari 39 Daerah Yang Tergabung Dalam Persatuan Tenis Warga Peradilan (ptwp).

      selain Piala Ketua Mahkamah Agung Dan Uang Pembinaan, Panitia Juga Menyediakan Asuransi Bagi Para Atlet Selama Pelaksnaan Turnamen.

      acara Penutupan Yang Berlangsung Pukul 19.30 Wib Ini, Diwarnai Dengan Suasana Riuh Dan Sportif Seluruh Yang Hadir, Saat Diumumkan Sebagai Pemenang Juara Untuk Kategori Beregu Putra; Juara I Dari Peradilan Militer, Juara Ii Mahkamah Agung Dan Juara Iii Pengadilan Tinggi Makassar Dan Pengadilan Tinggi Agama Bandung. Untuk Kategori Beregu Putri; Juara I Mahkamah Agung Dan Juara Ii Peradilan Militer.

      selamat Kepada Para Pemenang, Semoga Prestasi Baik Ini Tetap Di Pertahankan. (enk/rva/pn)

    • Mahkamah Agung Minta Masyarakat Ikut Awasi Peradilan

      jakarta-humas: Mahkamah Agung Mengharapkan Peran Serta Masyarakat Dalam Mengawasi Peradilan Beserta Aparaturnya.

      jadi Saya Sampaikan Terima Kasih Kepada Para Pegiat Pemantau Peradilan Yang Ikut Mengawasi Dan Memberikan Masukan-masukan, Disampaikan Oleh Ketua Mahkamah Agung Dalam Acara Bertajuk Mari (mahkamah Agung Republik Indonesia) Mendengar Pada Selasa (23/11) Pagi Di Gedung Mahkamah Agung Jakarta.

      ketua Ma Muhammad Syarifuddin Menyampaikan Acara Demikian Dilakukan Secara Rutin, Sehingga Ma Juga Mendapatkan Masukan Bagaimana Proses Peradilan Sesungguhnya Terjadi Di Masyarakat.

      hal Demikian Penting Untuk Sebagai Bahan Perbaikan, Seluruh Masukan Akan Dibahas Secara Internal Untuk Meningkatkan Program-program Pembaruan Peradilan, Sambungnya.

      mari Mendengar Kali Ini Mengundang Para Pegiat Pemantau Peradilan Yang Tergabung Dalam Koalisi Pemantau Peradilan. Koalisi Tersebut Terdiri Dari Bermacam Organisasi Masyarakat Sipil Dan Lembaga Penelitian Yang Fokus Terhadap Dunia Peradilan. Hadir Dalam Acara Ini Perwakilan Dari Perhimpunan Bantuan Hukum Dan Ham Indonesia (pbhi), Indonesia Corruption Watch (icw), Lembaga Kajian Dan Advokasi Untuk Independensi Peradilan (leip), Transparansi Internasional Indonesia (ti Indonesia), Masyarakat Pemantau Peradilan Fhui (mappi Fhui), Indonesia Judicial Research Society (ijrs), Indonesian Center For Environmental Law (icel), Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (kontras), Dan Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat.

      dalam Kesempatan Ini Ma Sekaligus Berkesempatan Untuk Menyampaikan Tindakan-tindakan Yang Telah Ditempuh Sehubungan Dengan Penyidikan Kasus Dugaan Penyuapan Terhadap Hakim Agung Dan Pegawai Mahkamah Agung. Pada Prinsipnya Ma Menyerahkan Dan Mendukung Proses Hukum Yang Dilaksanakan Oleh Kpk.

      beberapa Tindakan Yang Sudah Diambil Di Antaranya Pemberhentian Sementara Aparatur Yang Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka, Pencopotan Dari Jabatan, Dan Rotasi Dan Mutasi Untuk Penyegaran Di Jajaran Kepaniteraan Ma. Selain Itu, Juga Dilakukan Optimalisasi Peran Satuan Tugas Khusus Pengawasan Termasuk Instalasi Perangkat Pengawasan Serta Perbaikan Sistem Informasi Perkara Di Ma Sehingga Dapat Mengelola Perkara Lebih Transparan Dan Diandalkan Untuk Proses Penanganan Perkara.

      secara Spesifik Dalam Bidang Pengawasan, Ma Dan Komisi Yudisial Bersepakat Akan Melaksanakan Pemeriksaan Bersama. Sedang Disiapkan Mekanisme Dan Tata Caranya, Kata Ketua Ma.

      Masukan Dari Koalisi

      secara Umum Para Pegiat Pemantau Peradilan Menyampaikan Apresiasi Atas Pembaruan Peradilan Yang Dilaksanakan Ma Selama Ini, Yaitu Antara Lain Adanya Perbaikan Mekanisme, Peningkatan Kapasitas Hakim, Dll.

      meski Belakangan Masih Ditemukanmasalah Di Lapangan, Kata Julius Ibrani Dari Pbhi. Dirinya Menyampaikan Perlunya Perbaikan Aspek Teknis Jalannya Peradilan Sehingga Para Pihak Menerima Hak-haknya Selama Proses Persidangan.

      hal Senada Disampaikan Oleh Perwakilan Dari Lbh Masyarakat Bahwa Konsistensi Pelaksanaan Dan Kepatuhan Aparatur Peradilan Terhadap Mekanisme Yang Sudah Diatur Dalam Perma Ataupun Surat Edaran Ma. Perwakilan Icel Mengungkapkan Harapan Agar Ada Perbaikan Mekanisme Administrasi Perkara Termasuk Eksekusi Putusan.

      zainal Dari Ylbhi Menyampaikan Kondisi Peradilan Yang Bersih Dapat Ditempuh Dengan Pengawasan. Jadi Sebagai Bagian Dari Proses Pengawasan, Pengaduan Masyarakat Diharapkan Ada Feedback, Sejauh Mana Laporan Itu Sudah Direspon Dan Diproses. Bukan Hanya Disediakan Saluran Untuk Menyampaikan Pengaduannya.

      senada Dengan Hal Tersebut, Liza Farihah Dari Leip Menyampaikan Pengawasan Hakim Memerlukan Sinergi Ma Dengan Ky. Lebih Daripada Itu Untuk Menghindari Hal-hal Yang Buruk Terulang Kembali, Diperlukan Penguatan Mekanisme Dan Syarat Untuk Mutasi Dan Promosi. Dirinya Mengusulkan Adanya Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Dalam Proses Promosi.

      dalam Pertemuan Tersebut, Ma Turut Mengundang Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata. Dirinya Memberikan Apresiasi Terselenggaranya Acara Di Mana Ma Mengundang Unsur Masyarakat Sipil Untuk Menampung Masukan. Ky Selalu Komitmen Untuk Membangun Sinergitas Dengan Ma, Tuturnya.

      (kepala Biro Hukum Dan Humas Mahkamah Agung)

    • Ma Raih Penghargaan Juara 1 Peningkatan Tata Kelola Berkelanjutan Untuk Kelompok K/l Dengan Jumlah Satuan Kerja Di Atas 100 Satuan Kerja

      jakarta-humas: Mahkamah Agung Menerima Penghargaan Juara 1 Katagori Peningkatan Tata Kelola Berkelanjutan Untuk Kelompok Kementerian / Lembaga Dengan Jumlah Satker Lebih Dari 100 Oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan.

      penghargaan Anugerah Ini, Diberikan Langsung Oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Kepada Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial Dr. Sunarto, S.h., M.h Dalam Acara Anugrah Reksa Bandha, Pada Hari Rabu, 23 November 2022, Bertempat Digedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta.

      anugrah Reksa Bandha Diberikan Kepada K/l Dan Stakeholders Berprestasi Dibidang Pengelolaan Aset Dan Lelang, Yang Terdiri Dari Lima Katagori Penghargaan Dibidang Pengelolaan Barang Milik Negara (bmn) Dan Empat Katagori Dibidang Lelang. Penghargaan Ini Merupakan Bentuk Apresiasi Dari Kementerian Keuangan Atas Kualitas Kinerja Dan Koordinasi Yang Baik Antara K/l Dan Para Stakeholders Disepanjang Tahun 2022.

      dengan Diberikan Penghargaan Ini, Menkeu Berharap K/l Dapat Terus Bekerja Sama Dalam Menjaga Dan Mengelola Kekayaan Negara Untuk Meningkatkan Perekonomian Nasional. Sebagaimana Kebijakan Yang Berlaku, Bmn Merupakan Komponen Yang Tidak Terpisahkan Dari Pelaksanaan Tugas Pemerintah, Penopong Roda Pemerintahan, Pelayanan Publik Serta Pemerataan Ekonomi Nasional. Bmn Akan Dapat Dirasakan Manfaatnya Dan Akan Turus Tumbuh Seiring Dengan Tumbuhnya Perekonomian Bangsa. (humas)

    • Ma Menggelar Focus Group Discussion Dan Pembinaan Hakim Niaga

      dalam Rangka Meningkatkan Pengetahuan Hakim Niaga Dibidang Kepalitan/pkpu Dan Hak Kekayaan Intlektual, Ketua Kamar Perata Memandang Perlu Untuk Melaksanakan Acara Focus Discussion Group (fgd) Untuk Seluruh Hakim Niaga Guna Membahas Permasalahan Perkara Niaga (kepailitan/pkpu Dan Hak Kekayaan Intlektual Yang Timbul Dalam Praktek Peradilan).

      kegiatan Yang Diselenggarakan Dari Tanggal 22 Sd 25 November 2022 Bertempat Di Hotel Gumayasemarang Yang Di Ikuti Oleh Hakim-hakim Niaga Dari Perwaklian Pengadilan Niaga Se Indonesia, Baik Hakim Tingkat Pertama Maupun Hakim Tingkat Banding, Diantaranya Dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ketua Pengadilan Tinggi Ambon Dan Juga Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Dki Jakarta, Kegiatan Ini Juga Dihadiri Oleh Hakim Agung Dari Kamar Perdata.

      kegiatan Tersebut Dibuka Oleh Ketua Kamar Perdata, Yaitu Dr. I Gusti Agung Sumananta.,s.h.,m.h, Yang Dalam Sambutannya Menyampaikan Hal-hal Yang Berkaitan Dengan Tema Diskusi. Menurut Beliau Sejak Didirikannya Pengadilan Niaga Pada Tahun 1998 Dan Dibentuknya Pengadilan Niaga Pada 5 Pengadilan Negeri Di Seluruh Indonesia Tahun 1999, Telah Terjadi Banyak Perkembangan Baik Di Bidang Teknologi Dan Maupun Perkembangan Di Bidang Hukum Khususnya Hukum Bisnis. Demikian Juga Dengan Ragam Perkara Yang Diajukan Ke Pengadilan Niaga, Terdapat Peningkatan Ragam Permasalahan Yang Menjadi Sengketa. Namun Demikian Terhadap Perkembangan Tersebut Tidak Diikuti Dengan Perkembangan Atau Revisi Peraturan Perundang-undangan Terkait. Demikian Juga Dengan Peraturan Perundang-undang Di Bidang Hak Kekayaan Intelektual, Dengan Terjadi Perkembangan Teknologi Maka Terjadi Perkembangan Di Bidang Hukum Bisnis, Akan Tetapi Tidak Diikuti Dengan Penyesesuaian Ketentuan Yang Terdapat Di Dalam Peraturan Perundang-undangan Haki.

      beberapa Permasalah Misalnya Permohonan Pernyataan Atau Permohonan Pkpu Terhadap Koperasi, Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Yang Diajukan Oleh Kreditor, Permasalahan Renvoi Prosedur, Apa Saja Permasalahan Yang Dapat Diperiksa Melalui Renvoi Prosedur, Kapan Renvoi Tersebut Diajukan Baru Dapat Dilakukan Pemeriksaan Dan Banyak Lagi. Demikian Juga Terdapat Perbedaan Persepsi Terhadap Ketentuan Di Bidang Kekayaan Intelektual, Umpamanya Transaksi Digital Terhadap Barang-barang Hasil Pelanggaran Haki, Mengcover Lagu Tanpa Mempertimbangkan Hak Moral Pencipta Maupun Hak Terkait, Cara Perhitungan Ganti Rugi Yang Ditimbulkan Oleh Pelanggara Hak Cipta Dan Sebagainya. Maka Kegiatan Yang Di Selanggarakan Ini Sangat Penting Guna Menjawab Tantangan Zaman Dan Menyamakan Persepsi Di Kalangan Hakim Peradilan Niaga, Ungkap Dr. I Gusti Agung Sumananta.

      kegiatan Tersebut Juga Di Hadiri Oleh Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung, Dr. H. Zahrul Rabain.,s.h,.m.h, Dalam Kesempatan Tersebut Beliau Menyampaikan Bahwa Pengadilan Niaga Cukup Banyak Pengaduan Masyarakat Yang Disampaikan Ke Bidang Pengawasan Oleh Karena Itu Beliau Meminta Kepada Kepala Biro Perencanaan H. Sahwan.,s.h,.m.h Peningkatan Anggaran Berkenaan Dengan Pembinaan Terhadap Pengadilan Niaga. Selain Itu Beliau Juga Menyampaikan Kepada Seluruh Ketua Dan Hakim Pengadilan Niaga Untuk Memahami Tugas Dan Fungsinya Serta Hal-hal Yang Harus Dilakukan Dalam Bidang Tugas Keniagaan, Menjaga Indevendensi Dan Jangan Sampai Di Atur Oleh Pihak-pihak Luar. (mrt/sf/rs)

    • Kuliah Umum Di Universitas Negeri Semarang, Ketua Ma Ungkap Pelayanan Prima Mahkamah Agung Melalui Digitalisasi Peradilan

      semarang-humas: Proses Digitalisasi Di Mahkamah Agung Berkaitan Dengan Teknis Penanganan Perkara Menyangkut Pelayanan Hukum Kepada Para Pencari Keadilan. Salah Satu Agenda Penting Dalam Reformasi Peradilan Adalah Transformasi Teknologi Di Bidang Penyelenggaraan Tugas-tugas Peradilan. Untuk Itu, Mahkamah Agung Telah Menerbitkan Beberapa Regulasi Payung Dalam Rangka Membangun Sistem Peradilan Elektronik Sebagai Implementasi Dari Amanat Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010- 2035.

      hal Ini Disampaikan Oleh Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.h., M.h Dalam Kuliah Umum Di Universitas Negeri Semarang Pada Hari Selasa, 22 November 2022 Bertempat Di Gedung Serbaguna Lantai 3 Fakultas Hukum Unnes Semarang.

      pada Kesempatan Ini Prof. Syarifuddin Menyampaikan Bagaimana Perjalanan Proses Transformasi Mahkamah Agung Dari Sistem Peradilan Konvensional Menuju Ke Sistem Peradilan Elektronik. Pada Tanggal 29 Maret 2018 Mahkamah Agung Menerbitkan Perma Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Administrasi Perkara Di Pengadilan Secara Elektronik. Perma Tersebut Merupakan Bentuk Terobosan Yang Dibuat Oleh Mahkamah Agung, Mengingat Tuntutan Dan Kebutuhan Masyarakat, Khususnya Para Pencari Keadilan Untuk Dapat Menjalani Proses Berperkara Secara Lebih Sederhana, Cepat Dan Murah.

      lebih Lanjut Setelah Regulasinya Terbentuk, Mahkamah Agung Meluncurkan Aplikasi E-court Yang Berjalan Pada 4 Fitur Utama, Yaitu E-filing, E-payment, E-summons Dan E-litigation. Dengan Layanan Fitur Tersebut, Para Pihak Tidak Perlu Jauh-jauh Datang Ke Pengadilan Untuk Mendaftarkan Perkaranya, Namun Cukup Menggunakan Hp Atau Komputer Yang Terhubung Dengan Jaringan Internet, Sehingga Dari Mana Saja Bisa Mendaftarkan Perkaranya Ke Pengadilan, Tutur Mantan Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung.

      hadirnya Sistem Peradilan Elektronik (e-court) Ditujukan Dapat Mengurangi Keluhan Utama Masyarakat Atas Pelayanan Peradilan, Seperti Prosesnya Yang Rumit, Waktu Yang Diperlukan Sangat Lama, Dan Biayanya Mahal. Selain Itu, Dalam Sistem Peradilan Konvensional Pertemuan Antara Aparatur Peradilan Dan Para Pencari Keadilan Tidak Dapat Dihindari, Sehingga Terbuka Lebar Adanya Peluang Untuk Terjadinya Penyimpangan Oleh Aparatur Peradilan, Tutur Mantan Ketua Badan Pengawasan.

      dengan Terbentuknya Regulasi Dan Perangkat Aplikasi Bagi Pelaksanaan Sistem Peradilan Elektronik Bagi Semua Jenis Perkara Dan Semua Tingkatan Peradilan, Maka Sesungguhnya Impian Untuk Mewujudkan Badan Peradilan Indonesia Yang Modernsudah Tinggal Selangkah Lagi. Saat Ini Pr Bagi Mahkamah Agung Adalah Berupaya Untuk Melengkapi Sarana It, Khususnya Bagi Satuan Kerja Pengadilan Di Daerah-daerah Terpencil, Sehingga Peradilan Elektronik Dapat Berjalan Dengan Baik Pada Semua Pengadilan Di Seluruh Indonesia. Semua Itu Tentunya Memerlukan Anggaran Yang Besar Karena Mahkamah Agung Memiliki Lebih Dari 900 Satuan Kerja Di Seluruh Indonesia, Namun Kita Tetap Optimis Bahwa Dengan Tekad Dan Semangat Yang Kuat, Semua Tantangan Dan Hambatan Pasti Akan Ada Jalan Keluarnya, Ujar Guru Besar Diponogoro.

      diakhir Sambutannya, Mantan Wakil Ketua Ma Bidang Yudisial Menyampaikan Bahwa Semua Yang Dilakukan Mahkamah Agung Selama Ini Terkait Dengan Sistem Peradilan Elektronik Adalah Untuk Memberikan Pelayanan Yang Terbaik Bagi Masyarakat Dan Para Pencari Keadilan. Semakin Cepat, Mudah, Dan Murah Proses Peradilan Dapat Dijalankan, Maka Akan Semakin Terbuka Akses Keadilan Bagi Para Pihak Yang Berperkara.

      turut Hadir Dalam Acara Tersebut, Dirjen Badan Peradilan Umum, Ketua Pengadilan Tinggi Semarang, Rektor Dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, Serta Para Mahasiswa Fakultas Hukum Unnes. (rv/em/humas)